Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 September 2014

D-25 Ttukseom Resort

Tahukah kamu? Di kota Seoul terdapat satu sungai yang sangat besar dan panjang. Namanya sungai Han atau lebih terkenal dengan sebutan Han-Gang (bahasa Korea dari sungai Han). Sungai Han ini membagi dua kota Seoul secara melintang. Total jembatan yang dibangun untuk menghubungkan Seoul bagian utara dan selatan di sepanjang sungai Han adalah 27 buah. Terbayang kan betapa panjangnya sungai Han ini. Untuk menjaga kelestarian lingkungan di sekitar sungai, pemerintah Korea membuat taman-taman dan tempat rekreasi bagi warga Seoul. Salah satu taman sungai Han terletak di dekat Konkuk, yaitu Ttukseom Han-Gang Park. 
Berjalan-jalan di Ttukseom Han-Gang Park cukup untuk melepaskan penat setelah satu hari berhadapan dengan layar komputer di lab. Untuk mencapai Han-Gang park cukup dengan berjalan kaki. Jarak dari Konkuk ke taman ini hanya 1 atau 2 km, kira-kira 15 atau 20 menit berjalan kaki (dengan kecepatan jalan orang korea yang 8282). Lalu, apa saja sih yang ada di taman ini?

1. Fasilitas Olah Raga
Berbagai macam fasilitas olahraga bisa digunakan secara gratis di taman ini. Mulai dari lapangan basket, lapangan bola, sampai alat fitnes. Ada juga fasilitas olah raga berbayar, yaitu sepeda dan kolam renang, Kolam renang hanya beroperasi di musim panas. Di musim dingin kolam renang ini diubah menjadi tempat seluncur salju. Sayangnya saya belum sempat mencoba berseluncur di sini.

2. Cafe dan Restoran
Cafe terletak di bangunan berbentuk spiral yang menyambung dengan stasiun. Sedangkat restoran terletak di tepi sungai Han. Kalau punya pasangan dan mau dinner romantis mungkin bisa dicoba dinner di restoran ini, hehehe.

3. Penyewaan Boat
Saya kurang tahu penyewaan boat di Ttukseom ini masih aktif atau tidak. Saya tadi malam ke sana tempat penyewaannya sudah tutup. 

4. Street Performance
Tampaknya street performance ini ada di waktu-waktu tertentu saja. Kebetulan tadi saya ke sana ada mereka. Dua orang laki-laki bernyanyi duo dengan diiringi musik dari handphone yang disambungkan ke amplifier. Suara mereka cukup merdu. Sayangnya tadi saya tidak sempat memberi uang kepada mereka karena saya kabur saat ada bapak-bapak mabuk yang ingin berjoget di depan.

5. Flea Market
Setiap hari Sabtu pagi sampai jam 12:00 ada flea market di daerah sini. Saya belum pernah ke sana sih, mungkin bisa dicoba minggu depan.


Senin, 15 September 2014

D-28 Makanan dan Jajanan di Sekitar Konkuk University

Tadinya saya berencana naik bus Seoul City tour yang course malam, tapi ternyata bus tidak beroperasi di hari Senin. Setelah berpikir agak lama, saya pun memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar kampus. Di tengah perjalanan tiba-tiba terlintas ide untuk mendokumentasikan warung-warung tempat saya biasa jajan atau makan di sekitar kampus. 

(Ceritanya ini teaser, poto-potonya dulu yang dipost, cerita tentang setiap tempatnya nanti menyusul)

1.  Warung Jus (gak tau apa namanya)
Mari kita mulai dari tempat jajan paling dekat dengan gerbang belakang Konkuk. Warung jus ini letaknya agak terpencil. Awalnya saya gak pernah beli jus di sini, tapi setelah nyoba sekali beli, rasanya enak plus harganya murah. Ahjumma2 yang jual pun ramah. Kalau butuh asupan vitamin dari buah tapi uang terbatas tempat ini sangat recommended. :D
2.  Yoger Presso
Jalan sedikit lebih jauh dari warung jus ada kafe yoger presso. Kafe franchise yang harga-harganya cukup terjangkau dompet mahasiswa. Rasa caffe mocha di sini cukup enak, bisa dibilang standar. Makanan yang spesial bagi saya di sini adalah waffle. Waffle di kafe ini enak, besar, dan murah, hahaha. Kalau gak sempat beli roti atau makanan untuk sarapan, waffle di kafe ini sangat cocok untuk sarapan.
3.  Bongousse
Di seberang Yoger Presso ada jalan kecil, masuk ke jalan itu sedikit, di sebelah kiri ada warung yang menjual burger nasi. Nama warung ini adalah bongousse, rasanya ini warung franchise. Biasanya saya pesan 치즈밥보고 atau burger nasi isi kimchi, keju, dan tuna. Burger nasi ini lumayan loh, murah dan enak walaupun gak cukup mengganjal perut, hehehe.
4.  Amajake (아마자께)
Di sebelah kanan Yoger Presso ada restoram favorit mahasiswa Indonesia di Konkuk, restoran Amajakke atau restoran Pak Gendut. Kami menyebutnya begitu karena pemilik restoran ini badannya gendut, tapi ramah loh bapaknya. Restoran ini disukai karena menunya sebagian besar berbahan dasar seafood. Selain itu satu set menu di sini sangat banyak, selain menu utama, kita akan disuguhi banchan (side dish) dan odeng (fish cake plus kuah). Oh iya, satu lagi istimewanya restoran ini, harganya murah, hehehe...
5.  Tom n Toms Coffee
Jalan sedikit dari Amajakke ada Tom n Toms Coffee. Kafe ini bukan satu-satunya yang berada di dekat gerbang belakang Konkuk tapi hanya ini kafe yang cukup nyaman untuk dijadikan tempat mengerjakan tugas atau kongkow. Harga di kafe ini standar harga kafe pada umumnya. Pemilik kafe cabang Konkuk ini tampaknya sepasang suami istri. Biasanya mereka akan mengurus kafe menjelang tutup. 
6.  GS 25
GS 25 ini adalah convenient store biasa seperti 7/11 atau CnU di tempat lainnya. Tetapi bagi saya GS25 di seberang Tom n Toms ini adalah convenient store paling nyaman dikunjungi ketika sedang iseng cari jajanan. Penjaganya ramah, manager GS25 ini juga ramah, saya pernah ngobrol sedikit dengan beliau. Promo 2+1 nya pun di sini lebih menarik daripada di tempat lain, hehehe.
7.  Fresh King
Sebutlah kampus sehat di Korea, bisa jadi Konkuk salah satunya. Karena bukan hanya restoran dan warung jajan yang banyak di sekitar kampus, warung jus buah pun ada beberapa. Warung jus lain di dekat Konkuk adalah Fresh King. Warung jus ini posisinya bersebelahan dengan warung kimbab "mas hadi" (temat kak hadi beli kimbab). Harga di warung jus ini lebih mahal daripada di warung jus sebelumnya, tetapi memang tempatnya jauh lebih besar. 
8.  Tous les Jours

9.  Takoyaki
Belum ada fotonya, semalem bapaknya gak jualan.
10. Tteoppokki (떡볶이) 

11. Paris Baguette

12. Caffe Bene

13. Bbong Sin

14. Softree

15. Coffine Gurunaru

16. Tongdanpat (통단팥)



17. Gong Cha

18. Macaron Ice Cream

19. Crepes Nutella

20. Restoran Sundubu
21. Restoran Ikan
22. Solbing
23. Mango Six
24. Mouse n Rabbit Cafe
25. Nippong Neppong dan Nitteok Netteok


Minggu, 14 September 2014

D-29 Daegu, Gyeongsan, Yeungnam University

Daegu adalah salah satu kota di Korea Selatan. Kota ini terletak d provinsi Gyeongsangbuk atau biasa disebut Gyeongbuk. Selama 3 tahun saya tinggal di Korea, belum pernah sekali pun saya ke kota ini. Kali ini saya pergi ke Daegu dengan niat menghadiri acara kongres dan raker PERPIKA. (Saya baru tau ternyata raker PERPIKA itu di kota Gyeongsan, tetangganya Daegu).
Perjalanan Seoul-Daegu menggunakan bus kira2 3.5 jam. Karena acara raker akan dimulai pukul 10 pagi, maka saya dan teman saya harus naik bus paling pagi, jam 06:20. Menurut info dari teman lain, kami harus mencari tiket bus ke Daegu atau Gyeongsan di Central Bus Terminal. Saya dan teman saya (sebut saja teh Puteri) pun naik subway paling pagi ke terminal yang dimaksud. Sesampainya di sana, reaksi petugas tiket adalah, "Apa? Gyeongsan? Wah gak tau". Setelah saya sebut Daegu, petugas tiket mengarahkan kami ke terminal sebelah. Alhamdulillah kami bisa mendapat tiket bus paling awal, walaupun harus duduk di kursi paling depan karena kami dapat kursi sisa.
Rest area tempat bus berhenti setelah menempuh 2,5 jam perjalanan.
Setelah 3.5 jam perjalanan kami pun sampai di Daegu Hanjin terminal. Ternyata perjalanan kami belum selesai. Dari Daegu terminal kami masih harus naik subway selama 45 menit untuk sampai di Yeungnam University (yang ternyata terletak di kota Gyeongsan). Ini semua demi menghadiri raker PERPIKA. Apa sih yang nggak buat PERPIKA? (Halah, sok2an aja ini gw, hahaha...)
Perjuangan kami belum selesai. Gedung tempat raker ternyata jauh di belakang gerbang utama kampus. Saat itu kami berjalan jam 11:30 dalam kondisi belum sarapan (eh, yang belum sarapan cuma saya, huhuhu...). Alhamdulillah kami gak nyasar, yeay...!!!
Acara masih berlangsung ketika saya sampai. Ternyata ada yang membuat nasi goreng untuk sarapan, Alhamdulillah... Tapi sayangnya si pembuat nasi goreng hanya membawa sendok, saya pun kebigungan mencari alas makan. Memang harus sabar tampaknya. Piring2 plastik baru tersedia pada saat istirahat shalat. Saya yang sudah sangat kelaparan agak kalap, hehehe. 
Setelah istirahat shalat acara berlanjut hingga jam 15:00. Saya dan teh puteri kebingungan karena kami belum tau bagaimana cara kami pulang ke Seoul. Tiket kereta menuju Seoul sudah hampir habis, tinggal tersisa tiket KTX jam 23:00. Kami pun panik mencoba mencari informasi tiket bus. Alhamdulillah kami bisa booking tiket bus jam 17:30. 
Rencananya kami akan pergi ke terminal jam 16:00. Tetapi rencana hanya tinggal rencana. Karena terlalu menikmati makanan kami baru pergi jam 16:20. Dengan sedikit tergesa kami mencari taksi yang mau membawa kami ke stasiun Sawol. Sayangnya ketika kami sampai di stasiun kereta baru saja pergi. Kami pun harus menunggu beberapa menit untuk kereta berikutnya. 
Kami sampai di stasiun Dong Daegu jam 17:21, agak tergesa (lari2 panik) kami menuju terminal. Ternyata salah terminal...!!! Untungnya terminal yg benar ada di sebelah. Kepanikan berikutnya adalah uang saya di atm gak cukup untuk membayar tiket bus...!!! Jreng...!!! Alhamdulillah teh Puteri mau meminjamkan atmnya, tiket bus pun bisa dibayar. Setelah masalah tiket selesai, kami naik bus tapi ternyata tempat kami sudah diduduki orang lain...!!! Agak bingun sambil menunjukkan tiket bus dan agak ngotot, ternyata kami salah naik bus. Seharusnya kami naik bus sebelah, haduh... Kepanikan membawa masalah memang -___-".
Alhamdulillah pada akhirnya kami sampai dengan selamat sentosa di Seoul jam 21:00. Terima kasih teman2 PERPIKA...

Kamis, 10 Juli 2014

Menyusuri Benteng Utama Kota Seoul

Benteng Seoul atau lebih dikenal dengan nama Seoul Fortress adalah tembok panjang yang mengelilingi lima (5) istana utama di kota Seoul di masa dinasti Joseon. Benteng ini melintang melalui empat (4) gunung, Inwangsan, Bugaksan, Namsan, dan Naksan[1].
Para turis dapat memilih beberapa rute perjalanan menyusuri benteng kota Seoul ini. Kali pertama saya melakukan penyusuran benteng, dimulai dengan mencoba rute gunung Bugaksan. Rute ini termasuk rute yang cukup sulit dilalui karena gunung Bugaksan cukup curam.
























Selasa, 07 Januari 2014

We Are in A Teddy Land...!!! ^^

Do you love Teddy bear?
Isn't it cute?
What if you found a giant Teddy bear? 
It should be very exciting...!!! 

Me and giant couple Teddy bear
Tahun lalu akhirnya saya bisa mampir dan masuk ke dalam museum Teddy Bear dalam rangka menemani saudara yang datang ke Seoul untuk ikutan workshop plus jalan-jalan. Orang-orang Korea ini memang paling bisa memanfaatkan space atau lahan yang kecil jadi menarik dan memuaskan pengunjung. Seriously, Teddy Bear Museum yang ada di bawah Namsan Tower ini ga luas, tapi pengunjung bisa menikmati museum dengan puas. 
Teddy bear museum menampilkan berbagai macam Teddy bear dengan tema yang berbeda-beda. Alur cerita galeri Teddy bear dimulai dari sejak zaman dinasti Joseon hingga zaman modern, atau Seoul saat ini. Di bagian awal, pengunjung dapat menyimak sejarah Seoul yang diceritakan oleh Teddy bear tua. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Korea dan bahasa Inggris.
Teddy penjaga pintu istana... Cute, isn't it? ^^
Teddy bear aja gotong royong, masa kita ngga? :D
Galeri Seoul di masa lalu diawali dengan display Teddy bear yang mengenakan kostum kerajaan zaman dinasti Joseon. Pada saat itu, wilayah Seoul menjadi pusat kerajaan. Tidak hanya menyoroti kondisi bangunan tradisional di masa itu, galeri Teddy bear juga memperlihatkan semangat kerja gotong royong yang ternyata dijunjung tinggi pada masa dinasti Joseon. Hal ini terlihat dari display Teddy bear yang sedang bahu-membahu membuat rumah tradisional. 
Upacara pernikahan yang meriah.
Mempelai yang berbahagia. ^^
Kemudian galeri berlanjut menceritakan budaya tradisional Korea. Salah satu kebudayaan yang ditampilkan adalah upacara pernikahan tradisional Korea di masa dinasti Joseon. Display Teddy bear memperlihatkan kemeriahan perta pernikahan di masa itu. 


Setelah galeri Seoul di masa dinasti Joseon usai, display Teddy bear memperlihatkan suasana kota Seoul yang mulai memasuki masa modern. Seoul digambarkan memiliki tram dan warga Seoul memakai pakaian khas orang Barat di masa itu.
Mulai modern.
Pusat kota Seoul.

Galeri Teddy bear terus berlanjut menuju kondisi Seoul saat ini. Kota Seoul digambarkan sangat meriah dengan berbagai keceriaan di dalamnya. Prosesi pernikahan juga mulai bergeser menjadi prosesi pernikahan modern ala negara Barat. 
Prosesi pernikahan modern.
Nah, sekian tentang Teddy Bear Museum di Seoul N Tower. Pengunjung bisa memilih hanya memasuki museum, hanya naik ke observatorium, atau kedua-duanya. Tiket dapat dibeli di loket yang berada di luar N Seoul Tower. Selamat menikmati...!!! ^^